Bantul, 15 Juli 2025 – Hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Koripan, Poncosari, Srandakan, Bantul, diwarnai dengan kegiatan edukasi krusial mengenai mitigasi bencana tsunami. Sosialisasi ini dipimpin oleh Asri Mawarni, seorang mahasiswi Jurusan Geografi dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Babakan, Poncosari, Srandakan, Bantul.
Inisiatif ini menjadi sangat vital mengingat lokasi SD Koripan yang strategis dan berdekatan langsung dengan Samudera Hindia, menjadikannya salah satu daerah yang teridentifikasi rawan bencana tsunami. Dalam sesi yang interaktif, Asri Mawarni memperkenalkan konsep dasar tsunami kepada para siswa-siswi SD Koripan dengan bahasa yang mudah dicerna. Ia menjelaskan tanda-tanda alam yang dapat menjadi indikator akan terjadinya tsunami, seperti gempa bumi kuat atau surutnya air laut secara tiba-tiba.
Lebih lanjut, Asri memaparkan langkah-langkah penyelamatan diri yang efektif, termasuk pentingnya segera menuju tempat yang lebih tinggi dan memahami jalur evakuasi yang telah ditetapkan. Visualisasi berupa gambar dan ilustrasi turut digunakan untuk memperjelas materi, memastikan pesan penting ini tersampaikan dengan baik kepada audiens muda.
Kepala Sekolah SD Koripan menyampaikan apresiasi mendalam atas program KKN UNNES ini. “Edukasi mitigasi bencana sejak dini sangat fundamental bagi anak-anak kami, terutama yang tinggal di wilayah pesisir. Pengetahuan ini adalah bekal berharga untuk keselamatan mereka di masa depan,” ujarnya. Diharapkan, dengan sosialisasi berkelanjutan semacam ini, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda di SD Koripan, dapat meningkat signifikan, sehingga potensi dampak negatif bencana tsunami dapat diminimalisir.

Beri Komentar